Showing posts with label BK dan PKn. Show all posts
Showing posts with label BK dan PKn. Show all posts

Friday, May 20, 2016



PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MORAL MELALUI 
METODE DISKUSI DILEMA MORAL PADA SISWA KELAS VII


ABSTRAK


Tujuan utama pendidikan di Indonesia tidak hanya mencerdaskan peserta didik secara kognitif, tetapi juga membentuk peserta didik menjadi manusia yang beradab, berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Akhlak mulia berarti siswa memiliki moral yang baik dan untuk memiliki moral yang baik diperlukan latihan-latihan menalarkan suatu masalah dengan baik. Kondisi penalaran moral yang rendah dalam memutuskan soal-soal cerita dilema moral tercermin dari hasil penilaian yang didapatkan di kelas VII A SMP Negeri ........ Dengan demikian perlu adanya pelaksanaan kegiatan tindak lanjut berupa pengajaran dengan menerapkan metode diskusi dilema moral. Hal itu dimaksudkan agar siswa dapat dengan mudah memahami dan menerima materi yang disampaikan peneliti yang secara tidak langsung memberi penekanan agar siswa memperhatikan penjelasan peneliti dan pada akhirnya siswa akan lebih memahami konsep materi cerita dilema moral yang dipelajarinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan penalaran moral siswa melalui diskusi dilema moral bagi siswa kelas VII A SMP Negeri ..........
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar observasi dan soal tes Defining Issues Test (DIT-1 Rest). Objek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII ........ berjumlah 39 siswa tahun pelajaran 2012/2013. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui diskusi dilema moral dapat meningkatkan penalaran moral siswa. Siswa menjadi lebih antusias saat diskusi berlangsung, siswa mulai terjalin interaksi dan kerjasama yang baik, siswa mulai berani untuk berpendapat dan bertanya, keaktifan siswa meningkat sehingga diskusi berjalan baik. Selain itu, siswa semakin hati-hati dalam memutuskan solusi yang dianggapnya benar dan pantas dilakukan. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan rata-rata tes DIT-1 dalam diskusi dilema moral, nilai rata-rata pada siklus I diperoleh 38,4 %, siswa berada pada tahapan penalaran moral tahap 3, kemudian setelah dilakukan siklus II meningkat menjadi 56,4 % pada tahap 4.

Kata kunci: penalaran moral, diskusi, cerita dilema moral

Sunday, July 12, 2015

PTK dan Olah Data

PENINGKATAN PENALARAN MORAL DENGAN .................... PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI ............ YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015


Hubungi kontak untuk mendapatkan filenya.

Saturday, October 11, 2014

Kesempatan untuk Semua Orang

          Pada dasarnya, setiap anak membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya, apa pun bentuk kemampuannya ini. terkadang, kemampuan tersebut mudah diukur, kadang-kadang terlampau sukar. 'Kesempatan' memang merupakan kata kunci bagi anak-anak berbakat maupun orang tua mereka. Konon, seperti dituturkan oleh Connie Eales (1983), ketika masih kecil, Louis Amstrong sudah diberi mainan alat musik tiup. Konon pula, seorang tetangga suka mengajak Albert Einstein bermain matematika ketika genius besar itu masih kanak-kanak. Kita pun tidak heran bahwa banyak di antara jago-jago renang Olimpiade berasal dari kota-kota kecil yang tidak memiliki kolam renang, namun kaya dengan sungai-sungai. Kita mengenal riwayat orang-orang yang kemudian kita ketahui berhasil. namun, bagaimanakah nasib mereka yang tidak pernah mendapatkan kesempatan?

Wednesday, May 21, 2014

Perkembangan Gender


Pandangan tentang Perkembangan Gender
Ada berbagai cara untuk memandang perkembangan gender. Beberapa menekankan faktor biologis dalam perilaku laki-laki dan perempuan; yang lain menekankan faktor sosial atau kognitif (Lippa, 2005).
Pandangan Biologis
Dalam pasangan kromosom yang ke – 23 pada manusia (kromosom jenis kelamin) menentukan apakah janin tersebut perempuan (XX) atau laki-laki (XY). Tak seorang pun menyangkal adanya perbedaan genetika, biokimia, dan antomi antarjenis kelamin. Bahkan, para ahli gender yang memiliki orientasi lingkungan yang kuat mengakui bahwa perempuan dan laki-laki diperlakukan secara berbeda karena perbedaan fisik mereka dan peran mereka yang berbeda dalam reproduksi. Permasalahannya adalah ketepatan atau ketidaktepatan dari pengaruh biologis dan lingkungan. Sebagai contoh, androgen adalah hormon jenis kelamin yang dominan pada laki-laki. Apabila tingkat androgen yang tinggi secara langsung mempengaruhi fungsi otak, yang kemudian meningkatkan beberapa perilaku, seperti tingkat aktivitas atau agresi, maka pengaruh biologisnya bersifat langsung. Apabila tingkat androgen yang tinggi pada seorang anak menghasilkan perkembangan otot yang kuat, yang kemudian menyebabkan orang lain mengharapkan anak tersebut menjadi seorang atlet yang hebat. Kemudian, hal tersebut mendorong anak untuk berpartisipasi dalam cabang olahraga, maka pengaruh biologis terhadap perilaku bersifat tidak langsung.
(Dikutip berdasarkan buku Santrock)

Friday, May 16, 2014

Kecerdasan Emosional

     Kecerdasan emosional adalah gabungan kemampuan emosional dan sosial. Seseorang yang mempunyai kecerdasan emosional akan mampu menghadapi masalah yang terjadi dalam kehidupan karena biasanya orang yang mempunyai kecerdasan emosional mempunyai kesadaran akan emosinya, mampu menumbuhkan motivasi dalam dirinya karena selalu bergerak melakukan aktivitas dengan baik dan ingin mencapai tujuan yang diinginkannya, serta dapat mengungkapkan perasaan dengan baik dan kontrol dirinya sangat kuat (Zuriah, 2011).
         Orang yang mempunyai

Bimbingan Konseling Melalui Diskusi Kelompok dengan Teknik Permainan untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial



ABSTRAK


Oleh : Fitri Syawalia


Keterampilan sosial adalah kemampuan individu untuk mengungkapkan perasaannya baik yang positif maupun negatif dalam konteks hubungan interpersonal tanpa menerima konsekuensi kehilangan penguatan sosial atau dalam konteks hubungan interpersonal yang memiliki  kemampuan untuk mengungkapkan respon baik verbal dan nonverbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan bimbingan sosial efektif atau tidak untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa dan mengetahui

Tuesday, April 29, 2014

Abstrak Hubungan antara Penyesuaian Sosial dengan Penerimaan Teman Sebaya


ABSTRAK

HUBUNGAN    ANTARA   PENYESUAIAN   SOSIAL   DENGAN
PENERIMAAN TEMAN SEBAYA PADA SISWA KELAS VIII
MTs NEGERI YOGYAKARTA II


Oleh : Sutanto

Remaja dapat berinteraksi dengan orang lain secara baik, benar, dan bertanggung jawab, maka kemampuan akan membawa remaja ke penerimaan teman yang baik pula. Kenyataannya tidak semua remaja mampu menyesuaikan diri dengan remaja lain dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian sosial dengan penerimaan teman sebaya pada siswa kelas VIII MTs Negeri Yogyakarta II.
Penelitian ini merupakan penelitian